::::
require menu
       
   Pengantar
   Organisasi
   Visi Misi
   Kebijakan
   Program
   Konsep/Pedoman
   Naskah PLB
   Regulasi
   Pend Inklusif

   Keberbakatan
   Hasil Penelitian
   Situs Terkait
   Miling List
   Pengunjung

   Isu Aktual
   Alamat Sekolah
   Statistik
   Email

 
MUNGKINKAH

MUNGKINKAH 
PENYUSUNAN BLUE PRINT ICT PENDIDIKAN 
TERWUJUD ???

 

PESERTA :

 

  1. Unsur Kementrian Komunikasi dan Informasi
  2. Unsur Departemen Pendidikan Nasional (Perguruan Tinggi, Direktorat Teknis, balitbang)
  3. Unsur Departemen Agama
  4. Unsur Organisasi Non Pemerintah
  5. Unsur Dunia Usaha dan Industri yang bergerak di bidang ICT
  6. Unsur Persatuan Pelajar di luar Negeri

 

MODEL PERTEMUAN

 

Model pertemuan yang telah dilaksanakan berupa pertemuan rutin tiap hari jum’at dan pertemuan tidak rutin berupa seminar atau lokakarya.

 

HASIL YANG INGIN DICAPAI

 

Fokus utama yang ingin dicapai dari semua acara dan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan “BLUE PRINT ICT PENDIDIKAN”sebagai acuhan dalam membangun “One School One Lab” pada setiap sekolah di indonesia. Dalam implementasi nanti, nampaknya bahwa pengadaan seluruh perangkat One School One Lab tersebut dapat diwujudkan melalui pembiayaan pemerintah dan swasta.

 

HASIL RAPAT

 

  1. Pertemuan rutin jum’at, 4, 11, dan18:

a. Brain storming dan pengumpulan informasi dari masing-masing instansi/lembaga atau organisasi yang hadir, khususnya berkaitan dengan pengembangan SI (Sistim Informasi).

b.  Mendiskusikan format blue print yang akan disusun dengan mengambil model blue print yang dikembangkan oleh Negara Singapura, Thailand dan Malaysia.

c.   Menyusun outline sementara dari rencana blue print yang akan disusun

d.  Menugaskan peserta rapat, khususnya yang berasal dari Depdiknas dan Departemen Agama untuk menginventarisir jumlah sekolah yang telah memiliki perangkat computer dan kondisi dari computer tersebut.

e.   Mendiskusikan Outline sementara untuk penyusunan blue print ICT pendidikan yang sesuai dengan kondisi indonesia.

f.   Menetapkan penyelenggaraan Semiloka untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak, terutama dari dunia Usaha/Industri ICT dalam penyusunan Blue Print dan menjajagi kemungkinan kerjasama dalam bentuk bantuan dalam merelisasikan “One School One Lab” pada pendidikan dasar dan menengah.

 

  1. Seminar dan Lokakarya (Selasa s.d Rabu, 29 dan 30 Juni 2004)

a)   Sebagaimana yang telah diagendakan, acara ini difokuskan untuk menghimpun masukan dari berbagai unsur, terutama dari perusahaan yang bergerak dalam bidang ICT. Harapan semula, forum ini dapat menggiring

b)    Dalam prakteknya, ternyata semua perusahaan ICT yang maju presentasi lebih mempromosikan dagangannya daripada memberikan masukan. Menurut hemat saya, kemungkinan salah persepsi antara keinginan tim Penyusun Blue Print dengan harapan pengusaha dalam memanfaatkan forum Semiloka tersebut.

c)   Dari semiloka juga diperoleh informasi bahwa belum semua vendor  yang bergerak di bidang ICT mampu menjangkau daerah – daerah terpencil di Indonesia (khususnya luar jawa). Mereka lebih banyak bergerak di daerah jawa dan kota – kota besar.

d)   Dari kondisi nomor 3 (tiga), diputuskan bahwa pengembangan “One School One Lab” akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kemampuan pembiayaan yang bisa dihimpun.

e)  Pada kesempatan Semiloka, hadir perusahaan TELKOM, Mobile 8 Telekom, PSN dan IM2, Sementara lembaga UNDP, ADB, JICA, UNESCO dan USAID tidak dapat hadir.

f)      Kesepakatan semantara dari hasil diskusi Rabu, 30 Juni 2004 adalah untuk menggunakan hasil rumusan yang disampaikan oleh Dr. Richardus Eko Indrajit, sebagai acuan dalam menyusun Blue Print, disamping masukan-masukan lainya yang relepan.

g)     Karena keterbatasan anggaran donatur (Microsoft Indonesia) dalam penyelengggaraan pertemuan-pertemuan ini, diputuskan bahwa pelaksanaan berikutnya akan dilakukan secara bergilir di instansi-instansi peserta. Untuk kasus ini, mohon kiranya pertimbangan Bapak Direktur apabila kita diminta ketempatan.

h)     Pertemuan rutin berikunya akan dilaksanakan di Kantor Kementrian Komunikasi dan Informasi pada hari Jum’at, 16 Juli 2004.

 

 

KOMENTAR

 

Nampaknya pertemuan-pertemuan penyusunan Blue Print ini sangat penting untuk kita, dengan harapan bahwa kita tidak akan ketinggalan dalam pengembangan ICT pendidian di lingkungan PLB. Forum ini juga ternytata bisa kita manfaatkan untuk memperkenalkan PLB pada instansi-instansi lain.

 

Dari informasi pengembangan  ICT yang telah ada (WAN KOTA, JIS dan yang lainnya),ternyata PLB belum diikuti sertakan di dalamnya. Hal ini terjadi karena ketidak tahuan dari mereka yang mengembangkan dan masih ada anggapan bahwa PLB ada di luar lingkaran pendidikan formal (PLS)  sertakan dianggap tidak begitu pening keberadaanya.

 

Menanggapi kondisi tersebut, saya telah berupaya semaksimal mungkin bahwa keberadaan PLB adalah penting dan perlu diikuti sertakan dalam semua kegiatan pengembangan  ICT pendidikan. Salah satu upayannya adalah dengan memberikan semua informasi pembinaan PLB selama ini dan penyerahan data PLB tahun terakhir kepada coordinator forum ini.

 

Kendala dalam mgikuti kegiatan ini adalah, bahwa setiap peserta yang hadir harus siap untuk membiayaai semua yang terkait dengan kepentingan peserta yang bersangkutan. Dengan kata lain, pihak penyelenggara tidak menanggung biaya atas kehadiran para pesertanya (semua biaya peserta).

 

Blue Print ICT | Akselerasi                                              

 








{  About Us | Web Info | WEb Stat | Web Link | Contact | Email }
CopyRight @  Direktorat PLB, 2004           ==> Versi@2005 | 2006