::::
require menu
       
   Pengantar
   Organisasi
   Visi Misi
   Kebijakan
   Program
   Konsep/Pedoman
   Naskah PLB
   Regulasi
   Pend Inklusif

   Keberbakatan
   Hasil Penelitian
   Situs Terkait
   Miling List
   Pengunjung

   Isu Aktual
   Alamat Sekolah
   Statistik
   Email

 
PEDOMAN TEKNIS BANGUNAN SEKOLAH LUAR BIASA

Pedoman-Pedoman Pendidikan Luar Biasa


Pedoman Teknis Bangunan SLB
JUKNIS Pemberian Subsidi
Manajemen Berbasis Sekolah
Standar Pelayanan Minimal
Rancangan Sistem Informasi PLB
Sekolah Yang Ramah
Pedoman Percepatan Belajar


PEDOMAN TEKNIS
BANGUNAN SEKOLAH LUAR BIASA

 

PENDAHULUAN

Penulisan Pedoman Teknis Bangunan Sekolah Luar Biasa ini bertujuan untuk menyediakan informasi tentang persyaratan teknis bangunan sekolah pada semua fihak yang memerlukan. Informasi, ini disiapkan untuk digunakan sebagai pegangan konsultan perencanaan pembangunan dalam mendisain fasilitas sekolah.

Dengan adanya dokumen ini, diharapkan dapat dihasilkan perencanaanr yang fungsional, mencerminkan ciri pendidikan yang umum maupun yang khusus dan murah pemeliharaannya guna tercapainya efektivitas dan efisiensi pendidikan.

Penjelasan, uraian dan persyaratan yang tercantum dalam buku ini adalah salah satu dasar acuan kerja yang harus diikuti oleh konsultan dalam merencanakan bangunan sekolah mengingat perumusan Pedoman Teknis Bangunan ini lebih bertitik tolak pada pendekatan aspek pendidikan.

Perencanaan yang dimaksud berkewajiban memadukan persyaratan yang diminta dalam Pedoman Teknis Bangunan ini dengan semua acuan umum atau prinsip perencanaan yang relevan.
Perencanaan juga harus memperhatikan dan mengikuti semua peraturan pemerintah untuk perencanaan pembangunan yang berlaku secara lokal maupun nasional.

Pedoman Teknis Bangunan SLB ini disusun untuk tiap jenis ketunaan yang ada dalam jajaran pendidikan luar biasa.

Pedoman Teknis Bangunan SLB ini secara umum isinya dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok yang pertama, adalah Bab I tentang penjelasan umum Sekolah Luar Biasa, Bab II Persayaratan Umum dan Bab III yang isinya Persayaratan Khusus yang berlaku untuk semua ketunaan yang ada di sekolah luar biasa.

Pedoman Teknis Bangunan SLB ini diharapkan akan mengalami perubahan seperlunya, sejalan dengan pembaharuan atau penggantian kurikulum pendidikan yang berdasarkan pengalaman terjadi setiap 10 tahun sekali. Disamping itu, perubahan juga diperhitungkan terhadap perubahan teknologi di bidang pendidikan dan atau hal lain yang berpengaruh terhadap bangunan dan fasilitas sekolah.


BAB I
SEKOLAH LUAR BIASA

1.1. Pengertian

Sekolah Luar Biasa adalah salah satu jenis sekolah yang bertanggung jawab melaksanakan pendidikan untuk anak anak yang berkebutuhan khusus.

1.2. Program Pendidikan

Sekolah Luar Biasa secara umum dibebani tugas untuk melayani beberapa atau semua jenis ketunaan seperti yang tercantum dalam Tabel dibawah ini.

Tabel Jenis Ketunaan Sekolah Luar Biasa

No Jenis Ketunaan Keterangan
1 Tunanetra
2 Tunarungu
3 Tunagrahita
4 Tunadaksa
5 Tunalaras
6 Tunaganda

Keterangan:

Pelayanan jenis ketunaan pada suatu SLB sangat tergantung pada studi kelayakan yang antara lain mengungkapkan kebutuhan jumlah dan jenis ketunaan tertentu yang harus dilayani di lingkungan tersebut.

Kurikulum 1994 bagi Sekolah Luar Biasa seperti semua sekolah umum lainnya secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu Program Umum dan Program Ketrampilan. Program Umum berlaku untuk semua jenis sekolah, terdiri dari 4 mata pelajaran sedangkan Program Ketrampilan jumlahnya bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan pada tiap jenis ketunaan.

Mata pelajaran yang ada, ditinjau dari segi kegiatannya terdiri dari teori dan atau kegiatan praktek. Pokok bahasan dari tiap mata pelajaran, ada yang bersifat teoritis saja dan lainnya mencakup baik teori murni maupun praktek. Untuk pokok bahasan yang bersifat praktek, bagaimanapun juga selalu diawali dengan penjelasan teori pendukungnya.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar, sejalan dengan proses pemberian ilmu pengetahuan dan latihan keterampilan, siswa juga dituntut/diharapkan untuk memiliki sikap atau etos kerja yang dituntut dalam masyarakat dan dunia kerja.

Jenis mata pelajaran serta banyaknya jam pelajaran perminggunya untuk tiap program studi tertuang dalam struktur program studi pada Lampiran Jenis Mata Pelajaran. .

1.3. Organisasi Sekolah

Organisasi sekolah luar biasa secara umum tersusun dari unsur:

  • Kepala Sekolah

  • Beberapa Wakil Kepala Sekolah

  • Unit Tata Usaha

  • Beberapa Ketua Jurusan/Instansi

  • Guru

Secara diagramatis, struktur organisasi Sekolah Luar Biasa. dapat dilihat pada Lampiran Struktur Organisasi.

1.4. Siswa

Jumlah siswa per kelas dalam jajaran sekolah luar biasa bervariasi banyaknya. Sekolah luar biasa direncanakan untuk dapat menampung maksimal 18 siswa per kelas.

Tipe Sekolah luar biasa dan jjenjang pendidikannya untuk tiap jenis ketunaan yang dibuka seperti terdapat dalam Tabel Komposisi Kelas dibawah ini.

Tabel 1

1.5. Sarana dan Prasarana Pendidikan

1.5.1. Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan yang dibutuhkan untuk operasional Sekolah Luar Biasa. . . . . terdiri dari:

  • Lokasi

  • Areal

  • Utilitas dan Infrastruktur

  • Bangunan

  • Peralatan

  • Perabot

  • Buku

  • Bahan

Bangunan yang dibutuhkan secara umum dapat dikelompokkan menjadi bangunan administrasi, bangunan untuk kegiatan belajar mengajar dan bangunan untuk mewadahi kegiatan penunjang kegiatan belajar mengajar maupun administrasi.

Gedung Bangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunanetra ada 3 kelompok terdiri dari:

Unit Sekolah

Unit Asrama

Unit Bangunan Hunian

Gedung Bangunan Sekolah LuarBiasa (SLB) Tunarungu terdiri dari :

Ruang Belajar

Ruang Penunjang

Unit Bangunan Hunian

Gedung Bangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunagrahita terdiri dari:

Unit Sekolah

Unit Asrama

Unit Bangunan Hunian

Perabot Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunadaksa terdiri dari :

Unit Sekolah

Unit Asrama

Perabot Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunalaras terdiri dari:

Unit Sekolah

Unit ruang perawatan

Perabot untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunaganda terdiri dari :

Unit Sekolah

Unit Asrama

Alat yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dari segi pengoperasiannya dapat dikelompokkan menjadi:

  • Alat Tangan

  • Alat tangan Bermesin

  • Mesin Ringan

  • Mesin

Rincian lebih lanjut yang menjelaskan jenis dan jumlah alat yang dapat dilihat pada dokumen kebutuhan peralatan yang dibuat secara terpisah.
Media pendidikan yang paling sering digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas adalah OHP. Jenis media lainnya akan digunakan adalah :

  • TV

  • Komputer

  • Slide Proyektor

  • Multi Media

Jenis media tersebut diatas digunakan di ruang AVA, yang merupakan bagian dari perpustakaan.

1.5.2. Prasarana Pendidikan

Untuk mengoperasikan sarana tersebut diatas, dibutuhkan fasilitas pendukung atau infra struktur yang terdiri dari :

  • Sumber tenaga listrik 1 fasa dan 3 fasa,

  • Sumber air bersih .

  • Tempat bermain anak.

  • Lapangan olahraga.

  • Lapangan upacara .

  • Jalan komplek

  • Sanitasi

  • Dan sebagainya

1.6. Lokasi Sekolah Luar Biasa.

Terkait dengan program pendidikan luar biasa yang lebih berorientasi pada dunia kerja, maka telah diambil suatu kebijakan bahwa lokasi untuk Sekolah Luar Biasa harus berada pada atau mendekati wilayah yang cakupan pelayanan terhadap kebutuhan anak anak berkebutuhan khusus cukup besar dan pencapaiannya relatif mudah. Hal ini bertujuan untuk lebih memudahkan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan anak anak berkebutuhan khusus. NEXT









{  About Us | Web Info | WEb Stat | Web Link | Contact | Email }
CopyRight @  Direktorat PLB, 2004           ==> Versi@2005 | 2006